Friday, March 6, 2009

News | Woman arrested in Saudi Arabia for driving

. Friday, March 6, 2009

(CNN) -- Police in the Saudi Arabian city of Mecca Wednesday arrested a woman for violating the country's ban on women driving, according to the Saudi English-language daily Arab News.


The woman, whose nationality and name were not released but who was described as being in her 20s, attempted to flee when she realized police had spotted her driving, Saudi authorities said.

"The woman tried to escape when she saw a police car and in the process hit another car, which was slightly damaged," Maj. Abdul Mushin Al-Mayman, a police spokesman, told Arab News. According to the spokesman, the woman was turned over to the Saudi Prosecution and Investigation Commission for investigation.

Women are barred from driving in most of Saudi Arabia, with rural areas being the exception.

The issue has become one of the more controversial ones for Saudi Arabia in recent years. While women's rights activists in the country have been openly campaigning for the right to drive, many high ranking officials maintain it is a societal issue and will be resolved only when Saudis feel the time is right. Last year, more than 125 women signed and sent a petition to Saudi Interior Minister Nayef bin Abdul Aziz, asking that the ban on women driving in the kingdom to be overturned.

Wanita di tangkap pada saat mengemudikan kendaraan di Arab Saudi

Pada hari Kamis lalu, berdasarkan Berita Saudi dalam bahasa Inggris, Polisi Saudi Arabia di kota Mecca menahan seorang perempuan karena melanggar hukum karena telah mengemudikan kendaraan.

Dalam penjelasan pejabat yang berwenang Saudi, perempuan tersebut tidak disebutkan nama dan kebangsaannya, dan hanya digambarkan berusia 20 tahun serta berusaha melarikan diri. Berdasarkan Berita Arab, Juru bicara polisi, Mayor Mushin Al-Mayman mengatakan bahwa perempuan tersebut berusaha melarikan diri dan merusak kendaraan lain ketika melihat mobil polisi.

"Wanita dilarang untuk mengemudikan kendaraan di sebagian besar wilayah Arab Saudi, kecuali di daerah pedesaan" sesuai ketentuan di Arab saudi.

Isu tersebut diatas telah menjadi salah satu hal yang paling kontroversial di negara Arab Saudi pada tahun-tahun belakangan ini. Sedangkan aktivis hak-hak wanita telah secara terbuka mengampanyekan hak perempuan dalam mengemudikan kendaraan, sedangkan para pejabat tinggi setempat menyatakan bahwa masalah ini akan segera diselesaikan apabila dirasa waktunya tepat. Tahun yang lalu, lebih dari 125 orang wanita telah menandatangani dan mengirim petisi kepada Menteri Dalam Negeri Saudi, Nayef bin Abdul Aziz, isinya adalah meminta kepada pemerintah Arab saudi untuk menghapuskan larangan pada perempuan dalam mengemudikan kendaraan di Arab Saudi. (sumber: CNN.Com)



0 comments:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Post a Comment

 
News is proudly powered by Blogger.com | Template by AA x | Power by blogspot.com